Misteri Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Posted on

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu balai konservasi tertua di Indonesia. Letaknya berada di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Taman nasional ini ditetapkan pada tahun 1980. Luas taman nasional ini mencapai 24.300 hektare yang meliputi kawasan Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan dan kawasan tutupan hutan di sekeliling gunung tersebut. Saat ini Taman Nasional Gunung Gede Pangrango telah dibuka untuk umum.

Bagi anda yang sedang merencanakan perjalanan liburan, tidak ada salahnya jika kawasan taman nasional ini dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan. Banyak panorama alam yang bisa dijadikan sebagai spot foto yang memorable dan tentunya bisa dinikmati disana.

Selain lokasinya tidak begitu jauh dengan perkotaan, tempat ini juga memiliki beberapa wahana untuk memanjakan pengunjung. Berikut adalah beberapa ulasan mengenai Gede Pangrango National Park.

Sejarah Singkat Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Cerita mengenai national park yang berada di kawasan Kota Sukabumi ini sebenarnya telah ada sejak abad ke-13. Hal ini dibuktikan dengan adanya naskah kuno bernama Bujangga Manik yang menyebutkan bahwa ada Bukit Ageung yang paling tinggi di dataran Sunda. Dalam naskah ini disebutkan telah ada jalan kuno antara Bogor dengan Cianjur, hingga saat ini jalan tersebut masih dipakai yaitu lintasan yang mengitari Lereng Utara Gunung Gede dan Kawasan Cipanas sekarang.

Kemudian saat jaman penjajahan Belanda, kawasan Gunung Gede ini di beberapa titik beralih fungsi menjadi perkebunan. Selain itu, sejak saat itu wilayah yang menjadi taman nasional ini menjadi tempat penelitian tentang alam Indonesia yang paling favorit. Keberlangsungan penelitian tersebut masih dijaga hingga saat ini. Taman Nasional Gunung Gede di Sukabumi dijadikan salah satu kawasan konservasi flora terbesar di Indonesia.

Bagaimana Akses Jalan Ke Wisata Gunung di Perbatasan Bogor – Sukabumi – Cianjur ini ?

Taman konservasi Gunung Pangrango telah dijadikan sebagai salah satu ikon ekowisata di Indonesia. Akses jalan untuk sampai kesana dapat dibilang cukup mudah, terlebih jika anda berangkat dari arah Jakarta. Di sepanjang jalan telah disediakan rambu penunjuk jalan bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi lokasi wisata di sekitar kawasan Gunung Gede. Semua jenis kendaraan bisa melewati jalan yang telah disediakan.

Apalagi saat ini balai konservasi tn Pangrango Gede sedang gencar-gencarnya dilakukan peningkatan fasilitas oleh pemerintah setempat. Tujuannya untuk memudahkan ketika intensitas pengunjung yang datang membludak seperti di musim libur sekolah. Hasil peningkatan fasilitas tersebut salah satunya akses pelebaran jalan dan perluasan lahan parkir yang bisa menampug puluhan kendaraan segala jenis dari bus hingga sepeda motor.

Apa Yang Bisa Dilihat Di Kawasan Gunung Gede Pangrango?

Pengunjung yang mendatangi balai konservasi ini akan disuguhkan beberapa pemandangan yang menakjubkan. Diantaranya ada beberapa air terjun kecil seperti curug cikaracak , beberapa ada yang dijadikan sebagai tempat berenang. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat keanekaragaman hayati yang jarang ditemukan di taman-taman nasional lainnya.

Kemudian untuk menarik antusiasme pengunjung, pihak pengelola juga menyediakan beberapa wahana bermain baik untuk dewasa maupun anak-anak. Beberapa diantaranya yaitu outbond, flying fox, dan wahana permainan alam bagi anak yang sifatnya edukatif. Kemudian bagi anda yang bersedia naik ke puncak, disana setiap pengunjung akan disuguhkan kondisi kawah yang masih semi aktif yang menakjubkan. Sangat menarik, bukan?

Berapa harga tiket masuk ke Taman Nasional Gunung Pangrango?

Taman Nasional Gunung Pangrango memiliki wilayah yang sangat luas. Sehingga di dalamnya terdapat beberapa titik wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Harga tiket masuk pada setiap lokasi wisatanya berbeda-beda. Harga tiket yang paling murah saat ini yaitu Rp. 18.500,00 per orang. Harga tersebut untuk objek wisata Curug Cibeureum yang di dalamnya menyediakan jasa tracking dan pemandian air panas.

Kemudian pihak pengelola juga memberikan harga tiket yang berbeda bagi wisatawan lokal dan wisatawan asing. Di beberapa tempat, wisatawan asing yang ingin mengunjungi area wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diwajibkan membeli tiket dengan harga jauh diatas harga yang diperuntukan wisatawan lokal. Hal ini telah menjadi kebijakan mutlak yang dikeluarkan oleh pihak pengelola dan pemerintah daerah setempat.

Flora dan Fauna yang Dilindungi di Balai Konservasi Gunung Gede Pangrango

Tujuan utama dibangunnya balai konservasi di daerah TNGGP yaitu untuk melindungi flora dan fauna endemik yang ada di kawasan tersebut. Jika dilihat dari sejarahnya, tempat ini sudah dijadikan sebagai pusat penelitian makhluk hidup oleh para ahli. Berikut daftar flora dan fauna yang berada di Gunung tersebut.

  1. Elang

Taman nasional Gede Pangrango dijadikan sebagai salah satu suaka marga satwa yang cukup besar di Indonesia. Hewan yang masuk ke dalam daftar konservasi di national park ini diantaranya ada burung elang yang terbagi lagi menjadi kurang lebih 16 spesies. Hampir dari 16 spesies ini sudah jarang dtemukan di alam liar dan terancam punah. Oleh karena itu, keberlangsungan burung elang ditangani oleh pihak pengelola taman nasional.

  • Owa Jawa

Spesies ini termasuk dalam spesies mamalia yang masih satu family dengan monyet. Owa memiliki tubuh yang ditutupi rambut panjang kecoklatan hingga berawarna perak. Selain itu, hewan ini juga memiliki ekor yang cukup panjang dibanding anggota family nya yang lain. Saat ini keberadaan owa sudah sangat sulit ditemukan karena maraknya perburuan liar dan terkikisnya lahan hutan.

  • Macan Tutul

Macam tutul merupakan salah satu hewan endemik yang ada di Indonesia. Kini keberlangsungan populasi macan tutul semakin sedikit karena banyak diburu oleh oknum. Sehingga untuk menjaga populasi hewan ini agar tidak punah, beberapa spesies macan tutul dilestarikan di suaka marga satwa yang berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

  • Ekosistem Hutan

Ahli ekologi telah membagi kawasan hutan yang menjadi kawasan cagar alam Gunung Gede Pangrango. Diantaranya yaitu ada vegetasi hutan montana atas, sub montana, sub alpin, dan montana bawah. Masing-masing memiliki vegetasi dan komposisi tanaman yang berbeda. Pihak pengelola bekerja sama dengan ahli di bidang ekologiserta ahli lainnya untuk mengembangkan vegetasi yang ada disana. Saat ini kawasan tersebut belum bisa dimasuki oleh umum.

  • Ratusan Spesies Anggrek

Tanaman anggrek dijadikan sebagai salah satu tanaman hias paling favorit saat ini. Jika anda hobi mengoleksi tanaman anggrek, anda bisa mengunjungi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang berada di Sukabumi. Disana anda bisa melihat ratusan spesies anggrek yang sulit ditemukan. Namun bunga anggrek yang termasuk spesies dilindungi hanya boleh dilihat, pengunjung tidak diperkenankan membawanya pulang.

TNGGP bisa dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata edukatif bagi anak. Selain itu, mengunjungi tempat wisata di puncak ini bisa menambah wawasan bagi pengunjung di semua usia. Pengunjung bisa mengetahui jenis-jenis makhluk hidup yang saat ini populasinya sudah terancam punah.

2 thoughts on “Misteri Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *