Vihara Dhanagun Icon Toleransi Etnis Tionghoa dekat Pasar Bogor

Posted on

Bogor tidak pernah usai untuk menjamu setiap tamu dan warganya. Karena disini, tersedia beragam tempat wisata yang siap memuaskan Anda. Dimulai dari tempat wisata alam hingga tempat wisata religi. Salah satu tempat wisata religi yang harus didatangi adalah Vihara Dhanagun.

Karena disini tersedia aneka keindahan yang jarang ditemukan di tempat lain. Selain itu, disini pengunjung dapat mempelajari bahwa Bogor memiliki kekayaan etnis yang cukup beragam.

Selain melihat ornamen yang cukup indah, Anda dapat mengetahui bahwa ada saksi bisu dari kehadiran etnis Tionghoa di Bogor. Untuk menikmati semuanya itu, pengunjung dapat mendatangi langsung tempat ini. Namun, sebelum mendatanginya penting untuk mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan. Penasaran dengan apa persiapan yang harus dilakukan? Cari tahu jawabannya dengan melanjutkan membaca artikel ini hingga usai.

Tips Perjalanan Wisata Ke Vihara Dhanagun

Karena tempat ini merupakan tempat ibadah yang aktif, penting bagi Anda menjaga kenyamanan dan menjalankan beberapa tips berikut ini.

  1. Persiapkan Kamera

Untuk Anda yang memang berminat berwisata di tempat ini, sebaiknya siapkan kamera terbaik. Karena banyak spot terbaik yang dapat dijadikan tempat untuk berfoto. Mengingat, terdapat banyak ornamen yang siap diabadikan bersama rekan ataupun keluarga. Namun, pastikan bahwa tetap berlaku sopan saat melakukan pengambilan gambar.

  • Berpakaian Sopan

Karena tempat yang akan Anda kunjungi merupakan tempat beribadah, disarankan untuk berpakaian rapi. Artinya, jangan berpakaian terlalu mencolok sehingga melanggar norma kesopanan. Atau amannya, pakailah pakaian tertutup untuk menghormati semua orang yang ada beribadah di tempat tersebut.

  • Tetap Tertib

Tempat ini sudah banyak dikunjungi oleh pengunjung yang berwisata maupun beribadah. Karenanya, penting untuk menjaga ketertiban di tempat ini sehingga tidak menganggu proses ibadah para umat. Bila memungkinkan, jangan masuk ke dalam vihara jika sedang dilakukan prosesi peribadatan di dalam.

Itulah beberapa tips yang direkomendasikan untuk berwisata ke tempat ini. Sehingga, Anda dapat berwisata dengan nyaman tanpa gangguan apapun. Berikutnya, akan dijelaskan terkait dengan sejarah singkat tempat wisata. Sehingga, pengunjung dapat mengenal sedikit tentang vihara dan keberadaan etnis Tionghoa di Kota Bogor.

Sejarah Vihara Dhanagun Bogor

Menurut banyak sumber, didapatkan data bahwa tempat ini dibangun dari masa yang sangat lampau. Karena diperkirakan vihara ini dibangun pada tahun 1672 atau kini telah berumur 330 tahun lebih. Tentunya jika perkiraan ini benar, keberadaan vihara ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Atau tepatnya, semasa penjajahan Belanda lah vihara ini didirikan. Walaupun demikian, terdapat sanggahan dari beberapa literatur terkait pendirian tempat ini.

  1. Perkembangan Etnis Cina

Beberapa sumber informasi menyatakan bahwa perkembangan etnis Cina di Bogor baru dimulai tahun 1740. Hal ini mungkin terjadi, karena pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada literatur pendukung. Hingga akhirnya, tahun 1740lah yang dijadikan acuan, kemunculan etnis Cina di Bogor. Mengapa etnis ini berkembang di Bogor? Terdapat salah satu alasan kuat, yaitu adanya tindakan represif kolonial yang melarang adanya kelompok Cina di Jakarta. Hingga akhirnya, “diusir” ke daerah Tangerang dan Bogor.

Tidak heran, jika akhirnya kedua daerah ini memiliki daerah tersendiri yang diisi oleh kelompok etnis Cina. Walaupun sudah melakukan pengusiran ke daerah tertentu, rupanya Belanda masih tidak puas dengan hal tersebut. Sehingga dibuat peraturan untuk memisahkan pribumi dari kelompok etnis Cina. Hal inilah yang memunculkan adanya daerah tersendiri oleh kelompok ini, adapun di Bogor dikenal dengan pecinan Bogor. Yang tepatnya berada di Jalan Suryakencana.

  • Pengunjung Dapat Melihat Kearifan Lokal Etnis Tionghoa Bogor

Disana, pengunjung dapat menikmati kearifan lokal etnis Cina secara langsung. Ataupun mengabadikan moment seolah-olah sedang berada di Cina bersama kerabat ataupun pasangan. Kembali pada sejarah vihara, dapat disimpulkan bahwa bangunan ini diperkirakan umur yang lebih muda, hampir 70 tahun. Atau tepatnya berusia sekitar 260 tahun lebih. Untuk mengetahui kebenaran tentang vihara disaat ini, sepertinya akan sulit. Karena tidak ada lagi saksi sejarah yang mengetahui informasinya dengan jelas.

Keindahan Vihara Tua Nan Agung Dhanagun

Vihara yang dikenal juga dengan nama Hoe Tek Bio ini memiliki banyak keindahan yang dapat memuaskan rasa penat Anda. Karena disini, pengunjung dapat melihat banyak lukisan dan ukiran. Namun sebelum menikmati semua keindahan tersebut, penting untuk melihat apakah yang disuguhkan dari awal pengunjung tiba di depan gerbang vihara. Hal pertama yang akan dirasakan adalah kentalnya budaya oriental yang dibangun di vihara.

  1. Nuansa Tionghoa Yang Kental

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gerbang berwarna merah lengkap dengan tulisan bahasa Cina di atasnya. Beranjak beberapa saat, Anda akan disuguhkan dengan adanya ukiran yang berada di sebelah kiri dinding. Disini, pengunjung dapat melihat ukiran Raja Kera lengkap dengan Gurunya dan kedua adiknya. Sedangkan disisi lain, dilengkapi dengan ukiran legenda 8 dewa. Bila tidak terlalu ramai, pengunjung diperbolehkan untuk berfoto di tempat ini.

  • Patung Dewa Singa Sebagai Penjaga

Melangkahkan kaki kembali ke depan, maka Anda akan bertemu dua patung singa. Patung ini seolah sedang menjaga vihara dari orang yang akan berbuat jahat. Untuk kedua patung ini, mungkin pengunjung sering melihatnya di kuil ataupun tempat lainnya. Patung inipun dapat dianggap sebagai patung selamat datang yang siap menyambut setiap umat yang datang untuk beribadah. Masih belum usai, karena berikutnya pengunjung akan melihat lukisan dewa penjaga.

  • Kombinasi Warna Yang Menarik

Warna-warna yang digunakan pada ukiran ataupun lukisan yang ada dalam vihara merupakan warna-warna terang. Hal ini, mungkin tidak diperhatikan oleh Anda. Namun untuk mereka, merupakan suatu keharusan. Karena warna-warna terang dianggap memberikan keberuntungan untuk umat tersebut. Tidak heran, jika warna merah dan gold, kerap kali menghiasi vihara ataupun rumah kelompok etnis Cina. Masih berlanjut keindahan yang dapat dinikmati, karena berikutnya tersedia tiang yang terlilit oleh Naga.

  • Ukiran Naga

Tentunya Naga yang ditampilkan disini bukanlah Naga sungguhan. Melainkan sebuah ukiran yang dibuat di tiang penyangga vihara. Untuk makna, dari Naga tersebut masih belum kami ketahui. Namun penggunaan Naga dalam tiang penyangga ataupun pegangan tangga adalah hal yang umum untuk kelompok etnis ini. Itulah beberapa spot pilihan yang dapat diabadikan bersama keluarga dan kerabat. Namun pastikan tetap tertib dan sopan saat melakukan aktivitas didalamnya. Agar tidak menganggu ketertiban ibadah.

  • Tempat Rekreasi Sekaligus Beribadah

Sebagai penutup kegiatan, mungkin Anda dapat melihat aktivitas ibadah yang dilakukan oleh umat. Sehingga didapatkan pengetahuan baru, untuk memperkaya pengalaman dan informasi. Bila membutuhkan informasi lebih, sebaiknya tanyakan hal tersebut pada penjaga vihara. Tujuannya, agar didapatkan informasi lebih dan tepat terkait vihara dan segala kegiatan yang dilakukan di tempat tersebut. Lihat juga patung buddha terbesar di indonesia

Bagi sebagian orang tempat ini mungkin hanya dijadikan tempat wisata religi dan edukasi. Namun sebenarnya, keberadaan vihara Dhanagun menunjukkan eksistensi dari kelompok Cina di Bogor. Sekaligus menunjukkan bahwa Bogor memiliki keragaman budaya yang dapat terjaga hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *