Bagi pencinta kuliner khas Bogor, kawasan Surken atau Suryakencana memang seperti tidak pernah kehabisan makanan menarik untuk dicicipi. Di antara berbagai pilihan yang sudah lebih dahulu dikenal, muncul satu penjual cungkring yang menarik perhatian karena menawarkan sajian dengan harga cukup bersahabat. Namanya Pak Soleh. Menariknya, meskipun sudah lama berjualan cungkring, Pak Soleh baru membuka lapak di lokasi tersebut sehingga keberadaannya masih belum banyak diketahui orang.
Suasana lapak Pak Soleh saat didatangi justru terlihat cukup sepi. Hari Sabtu yang biasanya ramai oleh aktivitas kuliner ternyata belum membuat dagangan cungkringnya dipenuhi pembeli. Kondisi tersebut menjadi alasan untuk mampir dan mencicipi sekaligus membantu memperkenalkan kuliner tersebut kepada lebih banyak orang. Apalagi, cungkring merupakan salah satu makanan tradisional Bogor yang mempunyai karakter tersendiri dan masih menarik untuk diburu ketika berada di kawasan Surken.
Daftar Isi
- Cungkring Pak Soleh di Surken, Bogor yang Baru Mangkal
- Isi Cungkring Pak Soleh Ada Kaki, Urat, Kulit Kepala, dan Bagian Lain
- Bumbu Kacang Daun Jeruk Jadi Pembeda Cungkring Pak Soleh
- Lontong dan Buras Buatan Sendiri Menambah Karakter
- Gorengan Tempe Pak Soleh Punya Tekstur Gurih
- Seperti Apa Rasa Cungkring Pak Soleh?
- Harga Cungkring Pak Soleh Hanya Rp20.000 per Porsi
- Cungkring Pak Soleh Buka Setiap Hari
- Lokasi Cungkring Pak Soleh di Depan Pujasera Gedung Dalam
- Cungkring Tradisional Masih Layak Mendapat Perhatian
- Apakah Cungkring Pak Soleh Layak Dicoba?
Cungkring Pak Soleh di Surken, Bogor yang Baru Mangkal
Pak Soleh menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya bukan orang baru dalam dunia jualan cungkring. Sebelumnya, ia pernah berjualan bersama sang kakak, Pak Adang. Karena hubungan keluarga tersebut, model pikulan yang digunakan pun memiliki kemiripan. Namun, terdapat perbedaan pada bumbu, harga, dan cara penyajiannya sehingga cungkring Pak Soleh tetap mempunyai ciri khas tersendiri.
Ketika ditanya mengenai keberadaan dagangannya, Pak Soleh menyampaikan bahwa lapaknya berada di sekitar kawasan Surken, tepat di depan area pujasera Gedung Dalam. Lokasinya menjadi salah satu bagian yang menarik karena pengunjung dapat menemukan penjual cungkring baru tanpa harus mencari terlalu jauh dari kawasan kuliner yang sudah dikenal masyarakat.
Bagi yang sedang mencari cungkring murah di Suryakencana Bogor, sajian Pak Soleh bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dicoba. Harga yang ditawarkan dalam porsi yang dicicipi adalah Rp20.000. Dengan nominal tersebut, pembeli mendapatkan potongan cungkring, lontong atau buras, serta dua gorengan tempe. Ukuran potongan cungkringnya pun disebut cukup besar meskipun Pak Soleh menganggap porsinya sebagai versi yang lebih kecil dibandingkan porsi lainnya.
Isi Cungkring Pak Soleh Ada Kaki, Urat, Kulit Kepala, dan Bagian Lain
Salah satu daya tarik cungkring tentu terletak pada pilihan bagian yang digunakan. Pada lapak Pak Soleh, terlihat berbagai bagian seperti kaki, urat, kikil, kulit kepala, hingga bagian lainnya. Pembeli dapat memilih campuran sesuai selera selama persediaannya masih tersedia.
Untuk porsi yang dicicipi, pilihan yang digunakan adalah bagian kaki dan urat. Potongannya tampak cukup besar sehingga meskipun disebut sebagai versi mini, porsinya tetap terasa mengenyangkan. Tekstur bagian kaki memberikan sensasi kenyal, sedangkan urat memiliki karakter yang lebih elastis ketika dikunyah.
Hal tersebut membuat cungkring kaki dan urat khas Bogor terasa berbeda dibandingkan makanan berbahan daging biasa. Cungkring memang bukan sekadar lontong dengan bumbu kacang. Bagian kaki atau kikil yang dimasak sampai empuk menjadi salah satu elemen penting yang membuat makanan ini mempunyai pengalaman makan tersendiri.
Selain cungkring, terdapat pula gorengan tempe. Tempe tersebut dibuat dalam bentuk gorengan sederhana dan menjadi pendamping yang cocok ketika dicampurkan dengan lontong serta bumbu kacang. Ada pula buras yang dibuat sendiri. Teksturnya terasa legit dan memberikan variasi ketika disantap bersama cungkring.
Bumbu Kacang Daun Jeruk Jadi Pembeda Cungkring Pak Soleh
Perbedaan paling terasa justru muncul dari bumbu kacangnya. Pak Soleh menggunakan daun jeruk dalam racikannya sehingga aroma dan rasa bumbu mempunyai karakter yang cukup kuat. Ketika dicicipi secara langsung, bumbu kacangnya memberikan sensasi manis, gurih, legit, serta aroma daun jeruk yang muncul setelah makanan masuk ke dalam mulut.
Yang menarik, bumbu tersebut tidak menggunakan campuran tepung untuk memperbanyak volumenya. Menurut penjelasan Pak Soleh, bahan dasarnya menggunakan kacang secara penuh. Bahkan, sumsum juga dapat digunakan ketika tersedia. Penggunaan sumsum inilah yang dianggap memberikan tambahan rasa gurih pada bumbu.
Karakter tersebut membuat bumbu kacang cungkring khas Bogor dengan daun jeruk mempunyai keunikan tersendiri. Daun jeruk memberikan aroma segar yang berbeda, sedangkan kacang menghasilkan rasa gurih dan legit. Ketika kemudian bercampur dengan sambal, rasa keseluruhannya menjadi semakin kompleks.
Sambal yang digunakan adalah sambal cabai rawit. Takaran sambal dapat disesuaikan. Dalam porsi yang dicicipi, cukup digunakan sedikit sambal karena rasa bumbu kacangnya sendiri sudah cukup kuat. Perpaduan pedas, gurih, manis, dan aroma daun jeruk membuat makanan ini tidak terasa hambar meskipun penyajiannya tergolong sederhana.
Lontong dan Buras Buatan Sendiri Menambah Karakter
Tidak hanya bumbu kacang yang mendapat perhatian. Lontong atau buras yang menjadi pendamping juga memiliki karakter tersendiri. Teksturnya tidak terlalu padat, tetapi tetap mempunyai bentuk yang cukup kokoh ketika dipotong. Saat digigit, bagian dalamnya terasa lembut dan masih menyimpan sedikit kelembapan.
Aroma pisang yang digunakan dalam proses pembuatan juga terasa. Hal tersebut memberikan sentuhan khas pada makanan pendamping cungkring. Bagi sebagian orang, komponen seperti lontong atau buras mungkin terlihat sederhana, tetapi justru bagian inilah yang menentukan keseimbangan antara bumbu yang kuat dengan tekstur makanan yang lebih lembut.
Buras buatan Pak Soleh juga menjadi salah satu hal yang menarik. Dibuat sendiri, buras tersebut memiliki tekstur legit dan cocok dimakan bersama bumbu kacang. Perpaduan antara buras, cungkring, sambal, dan gorengan membuat satu porsi sederhana terasa lebih lengkap.
Gorengan Tempe Pak Soleh Punya Tekstur Gurih
Gorengan tempe yang disajikan bersama cungkring juga patut diperhatikan. Bentuknya tidak terlalu rumit, tetapi mempunyai rasa gurih yang cukup terasa. Pada bagian tertentu masih terdapat tekstur renyah, meskipun tingkat kerenyahannya tidak selalu sama.
Tempe tersebut juga disebut menggunakan ketumbar sehingga memberikan aroma rempah tambahan. Ketika dimakan bersama bumbu kacang dan cungkring, rasa gurih dari gorengan menyatu dengan karakter bumbu yang manis dan legit.
Inilah yang membuat cungkring Bogor Rp20 ribuan dengan gorengan tempe terasa cukup lengkap. Harga yang tidak terlalu tinggi memberikan kesempatan bagi pembeli untuk mendapatkan beberapa elemen makanan dalam satu porsi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Seperti Apa Rasa Cungkring Pak Soleh?
Ketika bagian cungkring dicicipi, teksturnya terasa kenyal tetapi tetap lembut. Bagian kaki memiliki karakter khas kikil yang cukup jelas, sedangkan urat memberikan sensasi kenyal yang lebih kuat. Bumbu kacang kemudian menjadi elemen yang menyatukan semuanya.
Rasa bumbu cenderung manis dan gurih dengan aroma daun jeruk yang cukup terasa. Penggunaan kacang secara penuh membuat teksturnya tetap terasa sebagai bumbu kacang, bukan sekadar saus kental yang diperbanyak dengan bahan lain.
Ketika cungkring, lontong, dan gorengan dicampurkan dalam satu suapan, hasilnya menjadi lebih menarik. Ada tekstur kenyal dari bagian kaki atau urat, kelembutan lontong, serta kerenyahan gorengan. Sambal memberikan sentuhan pedas, sedangkan daun jeruk meninggalkan aroma yang cukup khas.
Dari pengalaman mencicipi tersebut, cungkring Pak Soleh mempunyai rasa yang masih berada dalam karakter cungkring Bogor, tetapi bumbu kacangnya menawarkan pembeda. Bagi orang yang sudah pernah mencoba beberapa penjual cungkring di kawasan Surken, tambahan daun jeruk pada bumbu bisa menjadi alasan untuk mencoba versi ini.
Harga Cungkring Pak Soleh Hanya Rp20.000 per Porsi
Harga menjadi salah satu faktor yang membuat makanan tradisional seperti cungkring tetap menarik. Pak Soleh menjual porsi yang dicicipi dengan harga Rp20.000. Isi tersebut terdiri atas dua potongan cungkring, dua gorengan tempe, serta lontong atau buras.
Dengan harga tersebut, porsinya cukup layak untuk dijadikan sarapan atau makanan ringan yang mengenyangkan. Apalagi, pilihan bagian cungkring dapat disesuaikan dengan persediaan yang ada pada hari tersebut.
Harga cungkring Rp20.000 di kawasan Surken Bogor juga menjadikannya pilihan bagi pemburu kuliner yang ingin mencoba makanan khas tanpa harus menyediakan anggaran besar. Keberadaan penjual seperti Pak Soleh memperlihatkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki ruang untuk berkembang di tengah banyaknya pilihan makanan modern.
Cungkring Pak Soleh Buka Setiap Hari
Berdasarkan penjelasan Pak Soleh, lapaknya direncanakan buka setiap hari. Aktivitas berjualan dimulai sejak pagi hingga makanan yang dibawa habis. Jumlah yang dibawa pun masih relatif terbatas, sekitar 60 porsi.
Jumlah tersebut tentu membuat waktu kedatangan menjadi cukup penting, terutama jika makanan ini mulai ramai setelah dikenal lebih banyak orang. Penjual sendiri berharap dagangannya semakin dikenal sehingga jumlah porsi yang dibawa dapat bertambah seiring meningkatnya pembeli.
Bagi yang ingin mencari cungkring untuk sarapan pagi di Bogor, waktu pagi menjadi pilihan yang menarik karena makanan sudah mulai tersedia sejak sekitar pukul 06.00 dan biasanya berjualan hingga sekitar pukul 10.00 atau sampai persediaannya habis.
Lokasi Cungkring Pak Soleh di Depan Pujasera Gedung Dalam
Lokasi yang disebut dalam cerita berada di kawasan Surken, tepat di depan pujasera Gedung Dalam. Penjual mangkal di area tersebut dan berharap dapat terus berjualan di sana selama situasinya memungkinkan.
Keberadaan lapak baru ini cukup menarik karena kawasan Suryakencana memang identik dengan aktivitas wisata kuliner. Penambahan penjual cungkring baru memberikan alternatif bagi pengunjung yang ingin mencicipi versi lain dari makanan khas Bogor tersebut.
Bagi pemburu kuliner tradisional Bogor dekat Suryakencana, cungkring Pak Soleh bisa dimasukkan ke dalam daftar kunjungan. Selain harganya relatif terjangkau, pilihan bagian cungkring dan bumbu kacang dengan daun jeruk menjadi pembeda yang cukup mudah dikenali.
Cungkring Tradisional Masih Layak Mendapat Perhatian
Ada hal menarik dari perjalanan kuliner ini. Kedatangan ke lapak Pak Soleh bukan semata-mata untuk mencari makanan yang sedang ramai, tetapi juga untuk mengenalkan penjual yang belum banyak diketahui. Saat sebuah makanan tradisional masih sepi pembeli, promosi dari mulut ke mulut dapat membantu memperkenalkan keberadaannya.
Cungkring sendiri merupakan makanan yang mempunyai identitas kuat sebagai kuliner Bogor. Lontong, bumbu kacang, bagian kaki atau kikil, serta gorengan menjadi kombinasi yang sederhana tetapi memiliki daya tarik tersendiri. Setiap penjual dapat menghadirkan perbedaan melalui bumbu, tekstur, pilihan bagian, maupun cara penyajian.
Pada versi Pak Soleh, penggunaan daun jeruk dalam bumbu kacang menjadi salah satu ciri yang paling menonjol. Rasa gurih dari kacang dan sumsum berpadu dengan aroma daun jeruk, lalu bertemu dengan tekstur kenyal kaki serta urat. Hasilnya bukan makanan yang berlebihan, melainkan sajian tradisional yang tetap mempertahankan karakter dasarnya sambil memberikan sentuhan berbeda.
Apakah Cungkring Pak Soleh Layak Dicoba?
Jika ukuran penilaiannya adalah harga, variasi isi, tekstur, dan karakter bumbu, cungkring Pak Soleh cukup menarik untuk masuk daftar kuliner yang patut dicoba di Bogor. Harga Rp20.000 memberikan porsi yang cukup lengkap, sedangkan bumbu kacangnya mempunyai ciri khas melalui penggunaan daun jeruk dan sumsum.
Bagian kaki serta urat memberikan sensasi kenyal yang menjadi karakter utama cungkring. Lontong atau buras menawarkan tekstur lembut, sementara gorengan tempe memberikan rasa gurih dan sedikit renyah. Ketika semuanya disatukan, satu porsi menjadi lebih kaya dibandingkan jika masing-masing komponen dimakan secara terpisah.
Bagi pemburu makanan khas Bogor yang sudah sering mencicipi cungkring di kawasan Suryakencana, mencoba lapak baru seperti milik Pak Soleh juga memberikan pengalaman berbeda. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga kesempatan mengenal penjual yang sedang merintis tempatnya sendiri.
Dengan harga yang bersahabat dan rasa bumbu yang cukup berani, cungkring Pak Soleh di Surken Bogor menjadi salah satu pilihan menarik untuk pencinta makanan tradisional. Lapaknya masih tergolong baru di lokasi tersebut, sehingga belum seramai beberapa penjual lain. Justru kondisi itulah yang membuatnya menarik untuk dikunjungi lebih awal, terutama bagi siapa saja yang ingin mencicipi cungkring dengan bumbu kacang beraroma daun jeruk dan pilihan kaki serta urat yang cukup besar.







