Bogor memang tidak pernah kehabisan cerita soal makanan khas kaki lima yang unik. Di tengah ramainya jajanan modern dan tempat nongkrong kekinian, ternyata kupat cungkring masih menjadi salah satu kuliner legendaris yang terus dicari banyak orang.
Bukan hanya karena namanya yang unik, tetapi juga karena perpaduan lontong daun patat, kikil sapi kenyal, gorengan hangat, hingga siraman bumbu kacang khas Bogor yang membuat makanan ini terasa berbeda dibanding sajian kaki lima lain. Bahkan meskipun baru berjualan sekitar satu bulan, tempat makan sederhana tersebut sudah mulai menarik perhatian pembeli yang penasaran dengan rasa cungkring murah meriah di Kota Bogor.
Daftar Isi
Sensasi Makan Kupat Cungkring Bogor dengan Bumbu Kacang Pedas Gurih
Saat pertama kali melihat penyajiannya, kupat cungkring khas Bogor ini memang tampak sederhana. Potongan lontong dipadukan dengan kikil sapi berbumbu kuning yang ditusuk seperti sate, lalu ditambah gorengan tempe dan disiram bumbu kacang kental lengkap dengan kecap serta sambal merah pedas. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat makanan tradisional ini terasa begitu khas.
Tekstur kikilnya cukup unik karena tidak terlalu lembut, tetapi tetap empuk ketika dikunyah. Ada sensasi kenyal yang menghadirkan bunyi renyah halus saat digigit. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta makanan berbahan kikil sapi. Sementara itu, lontong yang dibungkus menggunakan daun patat memberikan aroma harum alami yang sulit ditemukan pada lontong biasa.
Perpaduan rasa gurih dari lontong, manis dari kecap, serta pedas dari sambal merah membuat satu porsi kupat cungkring murah di Bogor terasa sangat mengenyangkan. Bumbu kacangnya juga memiliki tekstur halus dengan kekentalan sedang sehingga mudah menyatu dengan seluruh isi piring.
Harga Kupat Cungkring Murah di Bogor yang Bikin Banyak Orang Penasaran
Salah satu alasan mengapa tempat makan ini mulai ramai adalah karena harganya yang masih sangat terjangkau. Di tengah naiknya harga makanan kaki lima, satu porsi kupat cungkring racing Bogor dijual sekitar Rp13.000 saja. Dengan harga tersebut, pembeli sudah mendapatkan lontong, kikil sapi, gorengan, serta siraman bumbu kacang khas Sunda.
Bagi banyak orang, harga seperti ini tentu masih sangat ramah di kantong. Terlebih lagi porsinya cukup pas untuk mengganjal perut saat sore hari atau dijadikan menu makan ringan sebelum malam. Penjual bahkan menyebut bahwa menu ini sengaja dibuat lebih merakyat dengan penggunaan kikil dibanding bagian kaki sapi yang biasanya lebih mahal.
Selain itu, gorengan tempe yang disajikan juga menambah sensasi makan menjadi lebih lengkap. Walaupun teksturnya tidak terlalu garing, tepungnya terasa gurih dan cocok dipadukan dengan bumbu kacang pedas manis.
Sejarah dan Arti Cungkring yang Masih Banyak Tidak Diketahui
Menariknya, tidak semua penjual ternyata memahami arti asli dari kata “cungkring”. Dalam percakapan santai di lokasi, penjual mengaku belum mengetahui makna sebenarnya dari istilah tersebut. Padahal dalam kuliner khas Bogor, cungkring berasal dari istilah “cungur kaki keringan” yang merujuk pada bagian mulut dan kaki sapi.
Kuliner ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu makanan tradisional khas Sunda yang cukup legendaris. Meski begitu, variasinya kini mulai berkembang di berbagai sudut Bogor dengan racikan bumbu dan isi yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan gorengan lengkap, ada pula yang fokus pada kikil dan lontong saja.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional Bogor masih terus bertahan dan beradaptasi mengikuti selera masyarakat modern tanpa kehilangan identitas aslinya.
Tempat Makan Cungkring Enak Dekat SMAN 4 Bogor
Lokasi kupat cungkring racing ini berada di depan SMAN 4 Bogor. Tempatnya memang sederhana seperti gerobakan kaki lima pada umumnya, tetapi justru suasana tersebut menghadirkan pengalaman makan yang lebih santai dan autentik. Penjual mulai buka dari pagi hingga sore hari sehingga cocok dikunjungi saat jam makan siang atau ketika ingin mencari jajanan sore khas Bogor.
Setiap harinya, penjual mengaku membawa sekitar 50 porsi dan bisa bertambah ketika dagangan cepat habis. Pada hari-hari ramai, jumlah penjualan bahkan dapat mencapai sekitar 70 porsi. Hal tersebut membuktikan bahwa kuliner cungkring Bogor masih memiliki penggemar setia.
Banyak pembeli sengaja datang karena penasaran dengan rasa kikil kenyal berpadu sambal merah khas Sunda yang menjadi ciri utama tempat makan ini. Apalagi lokasinya cukup mudah dijangkau dan berada di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat.
Di saat banyak makanan viral bermunculan setiap minggu, kupat cungkring tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu ikon kuliner Bogor yang sulit tergantikan. Rahasianya bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman makan yang sederhana dan penuh nostalgia.
Makanan seperti ini menghadirkan suasana khas warung kaki lima Indonesia yang akrab, hangat, dan apa adanya.
Kupat cungkring racing mungkin masih tergolong pemain baru, tetapi racikan bumbunya sudah berhasil mencuri perhatian banyak penikmat kuliner tradisional. Perpaduan lontong daun patat, kikil sapi kenyal, sambal merah pedas, hingga gorengan gurih membuat sajian ini layak masuk daftar wisata kuliner Bogor yang wajib dicoba.







