Ide Wisata Alam Murah di Puncak Bogor : Jalan-Jalan ke Kampung Rimba Camp Tahun 2025

Wisata148 Views

Kalau kamu lagi cari tempat nongkrong yang beda dari biasanya, coba deh mampir ke Kampung Rimba Camp di Puncak, Bogor. Tempat ini bukan sekadar kafe biasa, tapi juga punya konsep menyatu dengan alam. Dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun, udara sejuknya bikin betah lama-lama. Uniknya lagi, kafe di sini buka 24 jam, jadi buat kamu yang suka suasana malam di tengah hutan, bisa banget datang ke sini.

Akses Jalan Menuju Kampung Rimba Camp Tahun 2025

Buat yang baru pertama kali ke sini, sebaiknya pakai Google Maps dengan mengetik “Kampung Rimba Camp”. Ada beberapa jalur menuju lokasi, tapi direkomendasikan lewat gang tertentu biar nggak perlu muter-muter jauh. Perjalanan ke sini cukup menantang, karena jalannya agak sempit, menanjak, dan minim pencahayaan kalau malam. Jadi, kalau datang malam hari, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan tetap hati-hati.

Konsep & Suasana Kampung Rimba Camp

Begitu sampai, kamu langsung disambut suasana hutan yang masih alami. Udara sejuk dan suasana tenang bikin tempat ini cocok banget buat kamu yang mau lepas dari hiruk-pikuk kota. Di sini, kamu bisa nongkrong di kafe “Kembali ke Alam”, menginap di rumah pohon atau glamping, bahkan sekadar menikmati suasana sambil menyeruput kopi hangat.

Area Kafe & Fasilitas Kampung Rimba Camp

Kafe di Kampung Rimba Camp memang nggak terlalu luas, tapi punya area semi-outdoor dan outdoor yang langsung menghadap hutan. Cuma, kalau lagi hujan, tempat duduk outdoor bakal terbatas. Oh ya, jangan kaget kalau tiba-tiba ada monyet datang, karena memang ini habitat alami mereka. Tapi tenang, petugas di kampung rimba siap mengusir mereka kalau mulai mengganggu.

Di dekat area parkir, ada kolam renang yang bisa dinikmati pengunjung, baik yang menginap maupun yang hanya datang ke kafe. Kolamnya terdiri dari dua bagian: yang kecil dengan kedalaman sekitar 50 cm dan yang besar sekitar 150 cm. Yang bikin unik, airnya berasal dari mata air pegunungan, jadi segar banget!

Selain itu, ada aula untuk acara gathering, musala untuk beribadah, dan banyak spot bersantai dengan pemandangan alam yang menenangkan.

Pilihan Penginapan di Kampung Rimba Camp

Buat yang mau menginap, ada beberapa pilihan akomodasi, mulai dari rumah pohon, rumah kayu, hingga glamping. Rumah pohon di sini dibangun di antara pepohonan tanpa merusak alam sekitar, jadi benar-benar menyatu dengan hutan. Sayangnya, waktu aku ke sana, sedang ada tamu yang menginap, jadi nggak bisa melihat bagian dalamnya.

Untuk glamping, kapasitasnya 4-6 orang, dan fasilitasnya cukup lengkap. Kalau kamu lebih suka menginap di rumah kayu, tersedia dua unit yang bisa menampung 3-4 orang. Suasana malam di rumah kayu ini terasa lebih syahdu karena menghadap langsung ke hutan rimba.

Oh ya, kalau kamu tipe petualang sejati yang suka camping, di kampung rimba juga bisa bawa tenda sendiri. Biaya sewa lahannya Rp85.000 per orang, sementara untuk anak-anak Rp60.000 per anak, sudah termasuk sarapan.

Serunya Main Air di Sungai

Selain nongkrong dan menginap, kamu juga bisa main air di sungai yang ada di bawah area camping. Aliran sungainya jernih dan segar, tapi arusnya lumayan deras, jadi lebih cocok buat berendam daripada berenang. Jalan menuju sungai cukup curam, jadi siap-siap ngos-ngosan waktu naik lagi ke atas.

Mencicipi Menu di Kafe

Di kafe ini, menu makanannya cukup beragam. Aku sempat pesan es kopi susu dan blue ocean. Es kopi susunya creamy dan nggak terlalu strong, sementara blue ocean punya rasa seimbang antara sirup lemon dan soda.

Untuk makanan, aku cobain chicken wings chili and salt serta singkong goreng. Chicken wings-nya disajikan dengan cabai dan daun jeruk goreng, bikin rasanya makin nikmat. Tapi yang jadi juara sih singkong gorengnya! Teksturnya garing di luar, lembut di dalam, dan rasanya pas banget.

Buat kamu yang cari tempat ngopi dengan suasana alam atau sekalian mau menginap di tengah hutan, Kampung Rimba Camp bisa jadi pilihan yang menarik. Suasananya tenang, udara sejuk, dan banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan. Jadi, kapan nih mau nyobain nongkrong atau camping di kampung rimba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *