6 Jenis Orang Toxic di Tempat Kerja yang Harus Kamu Hindari

Tempat kerja menjadi tempat bertemunya banyak orang dari berbagai golongan, suku, dan juga latar belakang. Terlepas dari semua perbedaan itu, ternyata ada yang namanya perbedaan kepribadian atau sifat. Secara alamiah, manusia seharusnya menjadi mahluk yang punya rasa empati, kasih, dan semangat dalam melakukan aktivitas. Namun, ada saja hal yang membuat manusia menjadi orang yang menyebalkan dan tentu saja kahur harus menghindari mereka kalau mau hidup dengan nyaman.

Cimanggu Bogor punya daftar jenis 6 orang toxic yang harus kamu hindari agar kamu bisa menjalankan pekerjaan dengan baik dan tidak terganggu oleh orang- orang ini. Berikut daftarnya

Si Penguras Emosi

Golongan ini berisi orang-orang yang akan selalu membuat kamu menjadi target omongan jahat mereka tanpa alasan yang jelas dan akan membuat emosi kamu akan meningkat. Mereka tidak suka melihat orang lain senang. Ciri-ciri orang ini biasanya akan merendahkan orang lain.

Jenis orang ini banyak di tempat kerja. Contohnya ketika kamu mendapatkan penghargaan menjadi orang terbaik di tim kamu dan ada si penguras emosi ini akan bilang kalau penghargaan itu cuman sampah atau kamu juara karena curang.

Tukang Sarkas

Orang ini akan memberikan pujian ke kamu setinggi langit dan cenderung sarkas. Mereka biasanya punya misi tertentu supaya bisa memojokkan kamu ke posisi yang tidak nyaman.

Contohnya, Kamu bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari yang lain. Kemudian orang ini akan memuji kamu tapi berlebihan dan membuat kamu menjadi bahan tertawaan orang lain.

Si Pesimis

Golongan orang ini wajib dihindari oleh kamu, perlu diketahui bahwa sifat ini sangat menular. Bisa jadi kamu akan terperangkap oleh jeratan mereka dan kamu akan menjadi golongan si pesimis.

Orang-orang ini selalu memandang negatif dalam hal apapun yang bisa membuat kamu geleng-geleng kepala. Selain itu, mereka biasanya sulit untuk bekerja dengan cepat dan membuat orang di sekitarnya menjadi tidak semangat.

Tukang Kritik

Orang ini akan selalu mengkritik dalam berbagai hal. Si tukang komplain ini mencari kesalahan setiap berbagai keputusan membuat kamu merasa tidak pernah melakukan hal apapun dengan benar.

Apabila kamu ga bisa menghindari orang dengan jenis tukang kritik, solusi alternatif lainnya adalah tidak menggubris apa yang mereka ucapkan.

Manipulator

Kamu mesti waspada dengan tipe orang yang bisa mempengaruhi pikiran ini. Mereka bisa menjadi teman dekat tapi bisa untuk mengontrol kehendak apa yang kita mau. Ciri orang semacam ini biasanya mampu mempengaruhi keputusan kita dan membuat sesuatu yang buruk menjadi seakan-akan baik.

Si Merasa Paling Tersakiti

Siapa yang ingin menjadi korban? Orang normal tentu tidak ada yang mau. Tapi bagaimana jika ada orang yang ketagihan berpura-pura menjadi korban? Orang semacam ini dikenal dengan istilah playing victim, Mereka termasuk golongan toxic karena modal yang dia perlukan ialah cukup dengan menjadi orang yang dikasihani oleh orang lain. Mereka tidak akan pernah merasa bersalah karena psikologi dari manusia biasanya orang yang menjadi korban adalah orang yang benar dan perlu dibantu, padahal mereka cuma memanfaatkan rasa kasihan dari orang lain untuk keuntungan dirinya sendiri.

Cara Menghadapi Orang Toxic di Dunia Kerja

Menghadapi orang yang bikin kesel memang ga mudah, tapi coba nih beberapa cara yang bisa dicoba:

Bikin Garis Batas

Gausah sungkan buat nunjukin batasan sama orang yang suka bikin repot. Kasih tau dengan jelas kalo ada batasan yang kalo dilanggar, bakal bikin kamu bete.

Perhatiin Diri Sendiri

Jangan lupa jagain perasaan sendiri. Coba lakuin kegiatan yang bisa bikin seneng dan kurangin stres. Ajak temen-temen yang positif buat nemenin kamu lewatin ini.

Cari Pendukung

Curhat deh sama temen, keluarga, atau rekan kerja yang bisa kasih saran atau dukungan. Kadang ngobrol sama orang yang dipercaya bisa bantu liat situasi dari sudut pandang yang beda.

Catet Kejadian

Catet aja kejadian-kejadian yang bikin bete, tulis tanggal, jam, deskripsi kejadiannya. Kalau butuh lapor ke atasan atau HR, dokumentasi ini bisa jadi bukti.

Ngomongin Masalahnya Langsung

Kalo merasa nyaman, ngobrol deh sama yang punya perilaku toxic itu. Sampaikan keprihatinan kamu dan gimana tingkah lakunya ngaruh buat kamu atau orang lain. Kasih contoh biar lebih jelas.

Coba Mediasi

Kalo sampe situasinya ga membaik, coba libatkan mediator atau orang yang punya wewenang untuk bantu atasin masalahnya. Ini bisa atasan, perwakilan HR, atau orang netral yang bisa bantu nemuin solusi.

Tau Kapan Harus Mundur

Kadang, mungkin lebih baik jauh-jauh dari orang yang bikin bete. Utamain kesejahteraan diri sendiri dan sadari kapan waktunya batasin atau akhiri kontak sama mereka.

Ingat ya, cara menghindari orang toxic yang bikin bete itu bisa bikin emosi naik turun. Jadi, jaga diri kamu sebaik mungkin selama prosesnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *